Awal Dari Sebuah Kelahiran
Mempunyai sebuah band sendiri dan bisa menjadi band papan atas dan terkenal, mungkin sebagian impian atau harapan bagi setiap orang. Terinspirsi dari Kurt Cobain, maka saya mendekat dan mencoba untuk mendirikan suatu grub band dengan mengumpulkan teman-teman sekolah pada saat saya duduk di bangku SMP, terdiri dari tigris, I-1, April, dan Anto, kami pun berdekat untuk mendirikan sebuah grub band dengan nama Bintaro 21, nama Bintaro diambil dari Akronim atau singkatan dari Bintang Revolusi yang berarti Sebuah perubahan untuk menjadi bintang, sedangkan angka 21 diambil dari tanggal berdirinya Bintaro pada tanggal 21 April 2002, diakhir sekolah duduk di bangku SMP kami terpaksa bubar. Semangat untuk mendirikan grub band tak habis-habisnya. Di awal tahun 2003, saya pun mencoba lebih dalam mengenai musik, teknik bermain dan berbagai genre musik yang ada.
Pada pertengahan tahun, saya pun bergabung dengan sebuah grub band bernama ”Life’s” yang beraliran musik Alternatif. Disaat Life’s mau membuat demo lagu ciptaan sendiri. Life’s pun ditinggal salah satu personil Abonk, sang drummer pun terpaksa pindah ke Texas, kami pun melepasnya dan merelakan untuk bergabung dengan Texas dan hal ini lah yang membuat Life’s vacum untuk beberapa bulan sebelum menemukan sebuah drummer hasil didikan sebuah band Indie Arizona bernama Raffy, dengan formasi baru. Saya pun mengusulkan nama Life’s diubah menjadi MATERLAN yang berarti Awal Dari Sebuah Kelahiran terdiri dari tigris, Iwan, Didi, Arie dan Raffy. Merasa tidak satu hati lagi, Saya, Raffy keluar dan membawa nama MATERLAN menjadi milik pribadi saya sendiri dan harus merelakan dua lagu ciptaan yang saya ciptakan bersama Iwan sang Gitaris yaitu ”Jalan Akhir” yeng merupakan single hits dan ”Kembalilah” menjadi sepenuhnya milik mereka. Akhir tahun ku mendengar Raffy telah bergabung bernama Arizona, menjadi drummer tetap dan mempunyai dua album band Indie. Langkah dan tekat tak berhenti sampai di sini, Berdiri dan terjatuh lagi layaknya seperti sebuah perjalan seorang insan anak manusia, begitulah yang ku alami, bertekat dengan sungguh-sungguh ku mencari personil dan masih memakai nama lama MATERLAN yang terdiri dari Icom, Idone, Andra dan Ardi, Tigris, kami pun tidak bertahan lama, karena masing-masing personil terfokus pada perkuliahan, dan beralasan untuk mendirikan sebuah band di Sumatera Susah untuk mempublikasikannya ke Pusat atau Jawa.
Ditinggal sendiri saya mergegas mencari personil, dengan formasi baru terdiri dari Tigris di bassist, Cena di Gitaris, Verus di Vokalis, dan Endreas di drummer. Di tahun 2007 banyaknya band-band Indie yang bermunculan, belum lagi band-band yang telah menjadi nama besar seperti butiran-butiran hujan yang jatuh dibumi tak terhitung berapa banyak dengan berbagai genre musik dan membawakan ciri khasnya masing-masing, dan kami berempat segera membuat konsep baru dengan menciptakan lagu karya sendiri dan MATERLAN bisa kenal lagi. Di pertengahan tahun MATERLAN mencoba mengeluarkan lagu jagoan kami ”Tema Hidupku” dengan genre musik rock.(Bersambung)







