RSS

APA ITU STAR


APA ITU STAR

STAR (Sentra tarapan aspirasi remaja) Kampar adalah Youth Center dibawah naungan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) cabang Kampar yang peduli terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja khususnya dan masalah remaja pada umumnya.
Sebagaimana yang kita ketahui di era globalisasi ini, berbagai permasalahan yang dihadapi oleh remaja sangat kompleks seperti pergaulan bebas, kekerasan dalam pergaulan, penyalahgunaan NAPZA (narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya), kehamilan tak diinginkan, aborsi hingga HIV dan AIDS.
Informasi yang tersedia pada saat ini sangat mudah untuk diakses, baik yang positif maupun yang negatif , namun diperlukan filter dalam penyerapan informasi oleh remaja agar tidak terjerumus dengan informasi-informasi yang salah dan dapat merugikan diri remaja itu sendiri, sekarang maupun di masa depan.
Ditengah terjangan berbagai masalah remaja itu maka lahirlah STAR sebagai wadah pusat informasi sebaya dan kreatifitas remaja. Dengan adanya STAR di Kampar yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja, yang diharapkan remaja-remaja di Kampar bisa menjadi remaja yang sehat dan memiliki kreativitas.
(Dikutip Kembali Dari Afriadi Hamid,S.Kep)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

STAR PERANGI NARKOBA


STAR PERANGI NARKOBA

               Dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2011 yang bertemakan “THINK HEALTH NO DRUGS”. STAR PKBI KAMPAR yang bernaung dibawah PKBI Kampar membubuhkan 1000 tanda tangan sebagai aksi perang terhadap Narkoba. Aksi yang dibuka secara resmi oleh Ketua PKBI Cabang Kampar  H Zulher sebagai membubuhkan tanda tangan pertama diatas spanduk 3x2m2 dan pemasangan pita kuning dilengan kiri atas kemudian diikuti oleh para pengurus PKBI Cab.Kampar, Youth STAR PKBI Kampar dan pera relawan STAR PKBI Kampar.
                Aksi yang dimulai didepan Sekretariat STAR PKBI Kampar Jln.Ahmad Yani, Bangkinang. Membagikan brosur dan membubuhkan tanda tangan dari lapisan masyarakat dan remaja pengguna jalan menuju Bundaran Pandopo (Balai Bupati) dan aksi ditutup di depan Sekretariat STAR. Aksi ini disambut baik oleh warga kota Bangkinang dengan membubuhkan tanda tangan meraka sebagai Perang terhadap narkoba dan bebas terhadap narkoba.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh STAR PKBI Kampar ini dalam rangka memperingati HANI (HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL) tahun 2011 sangat lah berpengaruh bagi remaja yang ada di Bangkinang khususnya. Aksi 1000 tanda tangan dan pembagian brosur ini sangatlah memberikan pengaruh yang besar kepada remaja yang menyatakan perang terhadap narkoba. Saya sebagai youth representative (Ketua) sekaligus ketua pelaksana aksi ini sangatlah bangga dan senang terhadap aksi yang di lakukan oleh teman-teman relawan STAR PKBI Kampar. Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yg telah mendukung dan terlibat dalam aksi ini (red:Khairul Al Ikhlal)”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA


 PENDIDIKAN SEKS


- Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral.


- Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga.



Tujuan pendidikan seks :


- Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.


- Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab)


- Membentuk sikap dan memberikan pengertian  terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi


- Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga.


- Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.


- Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.


- Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.


- Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orangtua, anggota masyarakat.



Kiat:


- Dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbuka dari hati ke hati antara orangtua dan anak. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya, sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya.


- Usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana, kekakuan, kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan.


- Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana, jangan terlihat ragu-ragu atau malu.


- Isi uraian yang disampaikan harus objektif, namun jangan menerangkan yang tidak-tidak, seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi.


- Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun  belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin, karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut.


- Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi, karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak.


- Usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak, juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat (reinforcement) apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya.


Waspada !


Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :


- Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi.


- Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual.

- Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ASUHAN KEPERAWATAN - SECTIO CAESAREA

ASKEP SECTIO CAESAREA


A. Pengkajian
Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria, data yang dapat ditemukan meliputi distress janin, kegagalan untuk melanjutkan persalinan, malposisi janin, prolaps tali pust, abrupsio plasenta dan plasenta previa. (Tucker, Susan Martin, 1998)

B. Diagnosa Keperawatan
1. Devisit Volume Cairan b.d Perdarahan
2. Gangguan Aktivitas b.d kelemahan, penurunan sirkulasi
3. Gangguan rasa nyaman : Nyeri b.d luka post operasi
4. Resiko tinggi Infeksi b.d perdarahan, luka post operasi.

C. Intervensi / Rencana Keperawatan
1. Devisit Volume Cairan b.d Perdarahan
Tujuan: Tidak terjadi devisit volume cairan, seimbang antara intake dan
output baik jumlah maupun kualitas.

Intervensi:
a.Kaji kondisi status hemodinamika.
R/ Pengeluaran cairan akibat operasi yang berlebih merupakan faktor utama masalah.
b.Ukur pengeluaran harian.
R/ Jumlah cairan ditentukan dari jumlah kebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan yang hilang selama masa post operasi dan harian.
c.Berikan sejumlah cairan pengganti harian.
R/ Tranfusi mungkin diperlukan pada kondisi perdarahan masif.
d.Evaluasi status hemodinamika.
R/ Penilaian dapat dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik.



2. Gangguan Aktivitas b.d kelemahan, penurunan sirkulasi
Tujuan: Kllien dapat melakukan aktivitas tanpa adanya komplikasi

Intervensi:
a.Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas.
R/ Mungkin klien tidak mengalami perubahan berarti, tetapi perdarahan masif perlu diwaspadai untuk menccegah kondisi klien lebih buruk.
b.Kaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi luka dan kondisi tubuh umum.
R/ Aktivitas merangsang peningkatan vaskularisasi dan pulsasi organ reproduksi, tetapi dapat mempengaruhi kondisi luka post operasi dan berkurangnya energi.
c.Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.
R/ Mengistiratkan klien secara optimal.
d.Bantu klien untuk melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan/kondisi klien.
R/ Mengoptimalkan kondisi klien, pada abortus imminens, istirahat mutlak sangat diperlukan.
e.Evaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas.
R/ Menilai kondisi umum klien.

3. Gangguan rasa nyaman : Nyeri b.d luka post operasi
Tujuan: Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang dialami.

Intervensi:
a.Kaji kondisi nyeri yang dialami klien.
R/ Pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan skala
maupun dsekripsi.
b.Terangkan nyeri yang diderita klien dan penyebabnya.
R/ Meningkatkan koping klien dalam melakukan guidance mengatasi nyeri.
c.Ajarkan teknik distraksi.
R/ Pengurangan persepsi nyeri.
d.Kolaborasi pemberian analgetika.
R/ Mengurangi onset terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik.
4. Resiko tinggi Infeksi b.d perdarahan, luka post operasi.
Tujuan: Tidak terjadi infeksi selama perawatan perdarahan dan luka operasi.

Intervensi:
a.Kaji kondisi keluaran/dischart yang keluar ; jumlah, warna, dan bau dari luka operasi.
R/ Perubahan yang terjadi pada dischart dikaji setiap saat dischart keluar. Adanya warna yang lebih gelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan tanda infeksi.
b.Terangkan pada klien pentingnya perawatan luka selama masa post operasi.
R/ Infeksi dapat timbul akibat kurangnya kebersihan luka.
c.Lakukan pemeriksaan biakan pada dischart.
R/ Berbagai kuman dapat teridentifikasi melalui dischart.
d.Lakukan perawatan luka.
R/ Inkubasi kuman pada area luka dapat menyebabkan infeksi.
e.Terangkan pada klien cara mengidentifikasi tanda inveksi.
R/ Berbagai manivestasi klinik dapat menjadi tanda nonspesifik infeksi; demam dan peningkatan rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi.

D. Evaluasi
Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai.
Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil, keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. (Allen, Carol Vestal, 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria, kriteria evaluasi adalah sebagai berikut :
1. Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah
2. Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman
3. Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit.
4. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan
5. Insisi bedah dan kering, tanpa tanda atau gejala infeksi, involusi
6. uterus berlanjut secara normal
7. Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ASKEP SECTIO CAESAREA

ASKEP SECTIO CAESAREA
(Seksio Sesaria)

A.  Pengertian Sectio Caesaria (Seksio Sesaria)
Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria :
          Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. (Rustam Mochtar, 1992).
          Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono, 1991).
     Askep-sc Jadi operasi Seksio Sesaria ( sectio caesarea ) adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin ( persalinan buatan ), melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus bagian depan sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat.

B.  Indikasi Sectio Caesaria
     Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin, dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia )

a.  Indikasi sectio caesaria pada Ibu
Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul )
Disfungsi uterus
Distosia jaringan lunak
Plasenta previa
His lemah / melemah
Rupture uteri mengancam
Primi muda atau tua
Partus dengan komplikasi
Problema plasenta
b.    Indikasi Sectio Caesaria Pada Anak
Janin besar
Gawat janin
Janin dalam posisi sungsang atau melintang
Fetal distress
Kalainan letak
Hydrocephalus

C.  Kontra Indikasi Sectio Caesaria
          Pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati, syok, anemi berat  sebelum diatasi, kelainan kongenital berat (Sarwono, 1991)

D.  Jenis – Jenis Operasi Sectio Caesarea

     1. Abdomen (sectio caesarea abdominalis)
     a). Sectio caesarea transperitonealis

SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri)
Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm.

     Kelebihan :
    * Mengeluarkan janin dengan cepat
    * Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik
    * Sayatan bisa diperpanjang proksimal atau distal

     Kekurangan
     * Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik
    * Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan
    * SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim)

b. SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal

          Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm

     Kelebihan :
    * Penjahitan luka lebih mudah
    * Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik
* Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum
    * Perdarahan tidak begitu banyak
    * Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil

     Kekurangan :
* Luka dapat melebar kekiri, kanan, dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri  pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak
* Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi

     2. Vagina (section caesarea vaginalis)
     Menurut sayatan pada rahim, sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut (Mochtar, Rustam, 1992) :
1. Sayatan memanjang ( longitudinal )
2. Sayatan melintang ( Transversal )
3. Sayatan huruf T ( T insicion )

1)   Prognosis Operasi Sectio Caesarea
a). Pada Ibu
Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi, anestesi, penyediaan cairan dan darah, indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun.
Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000.

b.) Pada anak
Seperti halnya dengan ibunya, nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik, kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 hingga 7 %. (Sarwono, 1999).

c). Komplikasi Operasi Sectio Caesarea
Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain :

     ( 1.) Infeksi puerperal ( Nifas )
- Ringan, dengan suhu meningkat dalam beberapa hari
- Sedang, suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung
- Berat, peritonealis, sepsis dan usus paralitik

     ( 2 ). Perdarahan
- Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka
- Perdarahan pada plasenta bed

     ( 3 ). Luka kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi

     ( 4 ). Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya

E.  Pemeriksaan Diagnostik
Pemantauan janin terhadap kesehatan janin
Pemantauan EKG
JDL dengan diferensial
Elektrolit
Hemoglobin/Hematokrit
Golongan darah
Urinalisis
Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi
Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi.
Ultrasound sesuai pesanan
(Tucker, Susan Martin, 1998)

 Baca  lebih lengkap di NusingBegin 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Download Devon - Aku Tak Ingin Sendiri

DEVON - AKU TAK INGIN SENDIRI


jangan petik bunga yang sudah layu
bunganya merapuh
jangan sedih kau tetap di pelukku
menghangatkan kamu


jangan sedih bila ku satu saat nanti
raga ini akan pergi
jangan sedih bila terbangun di mimpimu
mengejutkan dalam hati


reff:
aku tak mau sendiri
aku ingin ditemanimu
sampai mati pun ku rela
kamu adalah arti cinta


jangan takut
jangan takut bermimpi
ku akan menjaga
jangan bilang lagi kau akan pergi


ku ingin bersama
jangan takut bila aku kan pergi lagi
kini atau lain hari
jangan takut aku akan terus menjaga
cintamu di dalam hati


repeat reff [2x]


jangan petik bunga yang sudah layu
bunganya merapuh


repeat reff [3x]

Download mp3

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RUU Keperawatan Harus Jadi Prioritas 2011

RUU Keperawatan Harus Jadi Prioritas 2011

Jakarta, Kompas - Para perawat mendesak agar Rancangan Undang-Undang Keperawatan menjadi prioritas dan dibahas. Rancangan Undang Undang Keperawatan telah masuk pada urutan ke-18 dalam Program Legislasi Nasional 2010. Namun, hingga akhir tahun, Rancangan Undang-Undang Keperawatan belum pernah dibahas.

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewi Irawati, lewat siaran persnya, mengungkapkan, pengaturan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Keperawatan itu sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan para perawat mendesak agar RUU Keperawatan tetap dimasukkan sebagai agenda prioritas dalam Program Legislasi Nasional 2011. Ratusan perawat berdemonstrasi ke DPR untuk meminta agar RUU Keperawatan segera dibahas Senin, 6 Desember 2010.

Guru Besar Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia sekaligus mantan Ketua PPNI Prof Achir Yani Syuhaimie Hamid yang memperjuangkan adanya RUU Keperawatan, Selasa (7/12), mengatakan, keperawatan sebagai suatu profesi harus diatur secara utuh. Sekitar 60 persen tenaga kesehatan ialah perawat dan perawat merupakan sebuah profesi.

�Keperawatan tidak dapat diatur hanya sebagai aksesori dalam peraturan terkait tenaga kesehatan, melainkan perlu secara khusus. Pengaturan keperawatan tersebut tidak hanya praktik, tetapi juga pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Profesi keperawatan berbeda dari tenaga kesehatan lainnya lantaran sudah ada standar praktik, kode etik, dan sistem pendidikan tinggi keperawatan hingga program doktor,� ujarnya.

Dia melihat, para perawat kerap kali terpaksa bekerja tanpa dasar hukum. Keberadaan RUU Keperawatan dapat mengatur hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan tertentu.

�Masyarakat sangat rawan oleh intervensi perawat yang tidak teruji kompetensinya. Undang-undang itu dapat diikuti pembentukan konsil yang akan mengatur uji kompetensi, sertifikasi, dan registrasi perawat,� ujarnya.

Dewi menyatakan, ketersediaan perawat yang kompeten dan berdedikasi penting untuk memberikan pelayanan kesehatan esensial hingga ke pelosok daerah terpencil dan perbatasan. Perawat dapat mencegah kematian, menurunkan angka penyakit, dan meminimalkan angka kecacatan. Dalam banyak situasi, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, perawat menjadi garda terdepan. (INE)

Dikutip Kembali Dari PPNI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PPNI Desak DPR Bahas RUU Keperawatan

PPNI Desak DPR Bahas RUU Keperawatan


Achir Yani mengemukakan hal itu di Jakarta, Rabu (16/3), didampingi Sekjen PPNI Harif Fadhillah di sela acara menyambut Hari Keperawatan Indonesia (HKI) pada (17/3) yang diisi acara bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat di sekitar Kelurahan Menteng Dalam, Kecematan Tebet, Jakarta Selatan.

Achir Yani mengatakan, RUU Keperawatan sudah diajukan ke DPR sejak tahuan sebelum, agar segera dibahas dengan pemerintah untuk disetujui menjadi UU.

Dia menyambut baik kepada Komisi IX DPR yang telah memasukan RUU Keperawatan sebagai program legeslasi nasional (Prolegnas) tahun 2011, sehingga diharapkan paling lambat akhir 2011 RUU Keperawatan telah disahkan menjadi UU.

Menurut dia, profesi perawat mendominasi dalam jumlah tenaga medik bidang pelayanan kesehatan, karena jumlahnya mencapai 60 persen, sedangkan profesi medik lainya kurang dari jumlah tersebut.

Oleh karena itu, katanya, perlu UU yang khusus mengatur tenaga keperawatan sebagaimana profesi lain yang telah diatur dalam UU tersendiri.

�Dengan adanya UU Keperawatan, maka profesi perawat dan sekolah penghasil perawat akan memiliki standar kompetensi baik tingkat nasional maupun global, sehingga Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga perawat baik di dalam negeri maupun dunia internasional,� katanya.

Achir Yani menegaskan, adanya UU Keperawatan, disamping untuk meningkatkan kualitas SDM profesi perawat, juga memberikan perlindungan hukum baik bagi tenaga keperawatan dan masyarakat penerima pelayanan kesehatan dari kemungkinan tindakan keselahan.

Sementara itu, Ketua Umum PPNI Dewi Irawaty, MA, PhD mengatakan, salah satu kriteria yang belum dimiliki perawat Indonesia adalah kewenangan untuk melakukan pengendalian secara otonom yang ditetapkan melalui UU Keperawatan.

HKI 2011 bertemakan �Undang-undang Keperawatan Menjamin Pelayanan Keperawatan yang Profesional dan Berkualitas�. Peringatan HKI dimaksudkan sebagai tanggung jawab dan kemitraan perawat dengan masyarakat dalam pemberian pelayanan yang berkualitas dan profesional



Dikutip Kembali Dari PPNI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ILMU SOSIAL

ILMU SOSIAL

Sosial adalah kegiatan-kegiatan untuk mengawasi persoalan-persoalan yang yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan. Ideologi ilmu sosial berpokok pada prinsip pemeilikan umum (alat-alat produksidan jasa). Ilmu sosial induknya Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh seluk beluk yang berhubungan dengan sosial. Banyak aspek yang dipelajari dalam ilmu sosiologi dimana berkait dengan kehidupan sosial, hubungan antar sesama, kekeluargaan, kasta, rumpun, bangsa, agama dan asosiasi kebudayaan, ekonomi dan organisasi politik, dari keseluruhan yang tersebut adalah pernyataan naluri dari khalayak sosial. Dapat diambil pernyataan bahwa masyarakat adalah lebih dahulu dari pada Negara.
Dahulu kala Negara hidup dikalangan masyarakat dengan sendirinya, dimana Negara tersebut berlanjut hingga ratusan ribu tahun dimanapun dan bervariasi pula dalam pertumbuhan dan pengembangannya. Bahkan sampai sekarang ini dimana berbagai bangsa telah menggapai kehidupan bermasyarakat akan tetapi tidak diperkuat oleh lembaga politik. Sosiologi adalah ilmu yang terkait kuat secara keseluruhan akan proses perkembangan kehidupan manusia, dimana jangkauan dan penjamahan ilmu sosilogi lebih luas layak pesatnya pertumbuhan manusia.
Sosiologi juga mempelajari sesuatu yang tidak merupakan phenomena ilmu politik, sedangkan hak yang tidak merupakan phenomena perpolitikan bersifat diluar atau terlalu sulit dijangkau dengan ilmu politik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT


Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992).

Perawat professional adalah gambaran dan penampilan menyeluruh perawat dalam melakukan aktifitas keperawatan sesuai kode etik keperawatan. Aktifitas keperawatan meliputi peran dan fungsi pemberian asuhan keperawatan/pelayan keperawatan, praktik keperawatan, pengelolaan institusi keperawatan, pendidikan klien (individu, keluarga dan masyarakat) serta kegiatan penelitian di bidang keperawatan.

Peran Perawat

Peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh seseorang terhadap orang lain (dalam hal ini adalah perawat) untuk berproses dalam system sebagai berikut :
1.            Pemberi Asuhan Keperawatan
2.            Pembela Pasien
3.            Pendidik Tenaga Perawat dan Masyarakat
4.            Koordinator dalam Pelayanan Pasien dan Institusi Pendidikan
5.            Kolaborator dalam Membina Kerja Sama dengan Profesi Lain dan Sejawat
6.            Konsultan / Penasehat pada Tenaga Kerja dan Klien
7.            Pembaharu Sistem, Metodologi dan Sikap/Peran sebagai Peneliti

Peran Perawat Menurut Lokakarya Nasional (1983)
1.            Pelaksana pelayanan keperawatan
2.            Pengelola pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan
3.            Pendidik dalam keperawatan
4.            Peneliti dan pengembang keperawatan

Peran Perawat Menurut Para Sosiolog
1.            Peran Terapeutik
2.            Expressive/mother substitusi role

Peran Perawat Menurut Schulman
Schulman berpendapat bahwa, hubungan perawat dan pasien sama dengan hubungan ibu dan anak, antara lain :
1.            Hubungan interpersonal disertai dengan kelembutan hati, dan rasa kasiH sayang.
2.            Melindungi dari ancaman bahaya
3.            Memberi rasa aman dan nyaman.
4.            Memberi dorongan untuk mandiri

Fungsi Perawat
Fungsi adalah pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan perannya.

Tujuh Fungsi Perawat Menurut Phaneuf (1972)
1.            Melaksanakan instruksi dokter (fungsi dependen)
2.            Observasi gejala dan respons pasien yang berhubungan dengan penyakit dan penyebabnya.
3.            Memantau pasien, menyusun dan memperbaiki rencana keperawatan secara terus menerus berdasarkan pada kondisi dan kemampuan pasien.
4.            Supervisi semua pihak yang ikut terlibat dalam perawatan pasien.
5.            Mencatat dan melaporkan keadaan pasien.
6.            Melaksanakan prosedur dan teknik keperawatan.
7.            Memberikan pengarahan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Fungsi Perawat Menurut PK. St. Carolus (1983)
Ada tiga fungsi perawat yaitu :
1.            Fungsi Pokok
2.            Fungsi Tambahan
3.            Fungsi Kolaboratif


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aries Materlan - Luka Ini

EMERGENCY