RSS
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan

SCREAMO

  SCREAMO



SEJARAH WAJIB BACA!

1980an

Setelah bubarnya Minor Threat pada akhir 1983, scene hardcore-punk Washington.DC yang sedang bergaung dan meledak di 1981 nampaknya mengalami kejenuhan dan kehabisan ide segar dalam sound DC hardcore yang established. Piringan hitam paska bubar sang Minor Threat 7" "Salad Days" rilis pada 1984 dan akhirnya
menancapkan nisan pada scene DC hardcore-punk. Band - band di seantero negeri mulai mengkasting hal - hal baru untuk ditawarkan. DRI dan Bad Brains mulai
memainkan cheeze-metal, band-band New York mulai melakukan moshing yang brutal, 7Seconds mulai terdengar jangly U2 alternative, dll. Perubahan paling mendasar pada D.C. adalah terhadap melodic rock dengan punk sensibilities dengan kata lainnya semacam new wave atau ini mungkin yang di britania raya disebut era Post-punk namun karena di amerika yang berada pada titik kulminasi adalah hardcore punk maka media menyebutnya era Post-Hardcore.

1984 menandai rilisnya Zen Arcade oleh band Minneapolis Hüsker Dü, mendokumentasikan sound yang lebih matang menggabungkan amarah, pembawaan vokal
yang intense and gitar yang menderu layaknya motor dengan tempo rock yang dipelankan dan songwriting melodik yang lebih rumit.

Pada musim semi 1984, sebuah band bernama Rites Of Spring terbentuk dari anggota - anggota The Untouchables/Faith dan Deadline. Band ini membawakan kecepatan punk and disonansi suara.Namun membawa pendekatan vokal yang sama sekali belum pernah ada terhadap campuran ini. Sang vokalis Guy Picciotto membawa sebuah gaya-kehabisan-nafas punk setiap saat, sembari tenggelam secara intens dalam lirik yang personal ditingkahi dengan emosi dan keringat. Suaranya pecah pada momen klimaks menjadi rontaan serak, berkerikil layaknya jalan dan penuh penjiwaan.Untuk kemudian gaya ini diteruskan pada bandnya paska Rites Of Spring dengan gitar lebih mengawang melodis dan lebih indie-rock yaitu One Last Wish.Dengan penulisan lirik lebih fokus pada pertemanan dan cinta yang ditulis
dengan indah penuh metafora.

Musim panas 1985 menjadi dikenal dengan "Revolution Summer" ketika gelombang baru band - band dengan rock-tempo, melody based, vocal bernyanyi terbentuk dari kumpulan musisi DC punk dengan sound rock beragam - Three, Gray Matter, Soulside, Ignition, Marginal Man, Fire Party, Rain, Shudder to Think, dll.
Beberapa band tetap membawakan sound fast hardcore punk-based dengan pendekatan vokal yang baru, Dag Nasty menjadi perkecualian yang terlihat.

Vokalis Minor Threat, Ian MacKaye, bernyanyi pada band Embrace (bandingkan dengan nama DC bandnya sebelumnya - Minor Threat, Void, and State Of Alert) yang mana liriknya emosional dan secara mendalam mempertanyakan diri (filosofis berbau pencarian jati diri) ,namun masih jernih dan tak ambigu. Secara musikal, grup
ini(dibentuk oleh sebagian besar anggota ex-Faith) menulis musik midtempo, somewhat jangly dengan banyak melodi dan hook gitar pop . Vokal MacKaye mendapat trademarknya yaitu deklamasi tegas dengan hanya sesekali percikan emosional yang
muncul.

Beberapa sound dari band-band ini kemudian dikenal sebagai "suara D.C" klasik. Beberapa darinya secara turunan dilabeli "emo," sebagai kependekan untuk
"emotional.".entah berasal darimana istilah ini, namun ada rumor bahwa istilah ini terdengar ketika Guy Picciotto pertama bermain salah seorang penonton berkata "oh God,your singing is so "emotional" . Lainnya dikatakan bahwa istilah ini muncul pertama saat interview Ian Mackaye dengan majalah Flipside . Tak lama kemudian DC bands mendapatkan label "emo-core."

Sesaat setelahnya (1986), beberapa band mulai untuk fokus pada elemen "emo" itu sendiri. The Hated di Annapolis (dekat D.C.) nampaknya menjadi post-Rites of
Spring pertama yang melakukan ini. Setelah itu, Moss Icon muncul di kota yang sama. Moss Icon mengejawantahkan elemen "emo" sampai pada intinya ,dan memberikan beberapa melodi gitar yang mendetail, terarpeggiasi (oleh Tonie Joy, nantinya bergabung dalam Born Against, Lava, Universal Order of Armageddon,
dll.) dengan fokus pada dinamisme keras/pelan. Vokalnya pula, sebuah gebrakan baru dengan membangun teriakan aktual di-puncak-nafas pada klimaks lagu.

Moss Icon, sebuah band yang relatif terkenal dan menjalankan beberapa tur, memperkenalkan kepada scene punk pada musik yang core emphasis pada emosi
daripada energi punk. Mungkin Rites Of Spring memperkenalkannya namun Moss Icon menyempurnakannya. Nantinya emo bands akan terpengaruh secara berat dari dinamisme Moss Icon , gaya guitar ,dan pembawaan vokalnya.

----------------------------------------

1990an

Tak nyaman rasanya membicarakan emo 90an tanpa Jawbreaker dan Sunny Day Real Estate. Jawbreaker dengan rilisan 1992nya yaitu Unfun dan Sunny Day Real Estate dengan rilisan sub pop 1994 yaitu Diary ikut merasakan getah dari new emerging
punk hero yaitu Nirvana dengan Nevermindnya.Ya "emo" perlu menyatakan terima kasihnya atau kekesalannya pada media 90an yang mendewa-dewakan grunge scene
yang ikut mengimbas pada scene emo yang saat itu sebuah populasi besar yang terabaikan.Jawbreaker dianggap sebagai batu loncatan dari emo kontemporer, besar dari scene HC-PUNK San Fransisco,mereka menggabungkan nafas hardcore-punk dengan
sensibilitas pop-punk yang terlihat pada irama dan gaya bernyanyi Blake Schwarzenbach yang cenderung street punk namun masih in tune dengan lirik yang
bertemakan frustasi dan introspeksi diambil langsung dari buku hariannya sendiri menjadi magnet yang universal bagi fans dan penonton.Blake juga sebagai "emo"
idol pertama karena fans lebih relate kepada sosoknya daripada lagu itu sendiri.

Album "24 hour revenge therapy"menjadi yang paling disukai dan favorit fans .Kemudian mereka mengikat kontrak dengan Geffen Record untuk merilis album major
" Dear You". Mereka beberapa kali tur dengan Green Day dan Nirvana namun album mereka secara luas kurang diminati.Kemudian Blake membentuk band lain di bawah
nama Jets to Brazil yang kemudian bubar pada tahun 2003.Mungkin keberadaan mereka kurang terlihat massa namun banyak band-band setelahnya mencatut nama
Jawbreaker sebagai influencenya.

Sebaliknya Sunny Day Real Estate berkebalikan dengan image Jawbreaker yang tegas dan hantam kromo dengan kurangnya skill mereka.SDRE terdiri dari personil yang
melek musik dan berkemampuan tinggi , alat mahal dan ambisi musikal besar. Dengan pembawaan musik yang lebih mendayu namun tetap keras terkadang hampir
seirama dengan Nirvana. pada album Nevermind .Jeremy Enigk sang vokal bernyanyi dengan falsetto terkadang seperti menenggelamkan diri dalam lirik yang pretensius romantik.Inilah yang membuat emo semakin diasosiasikan dengan lirik cinta dengan balutan hardcore-punk slow tempo melodis daripada akar politis punk rocknya yang dulu masih terdengar pada Rites Of Spring,Gray Matter dan Embrace.

Kemudian pada pertengahan 90an band-band baru yang menggabungkan kerasnya HC-Punk dengan intelegensi Indie-rock bermunculan.Dengan beat dan bpm tak terduga dan gaya bernyanyi lembut transisif ke keras dengan tak terduga pula menghiasi dunia emo underground kala itu juga meleburkan kekuatan anthemik punk rock dan etos kerja DIY yang diwarisi dari HC-PUNK.Dengan suksesnya Dookie dari Green Day
dan Smash dari The Offspring, kepopuleran underground menuju mainstream membuat para musisi era post-hardcore mengolah musik mereka,memutasinya dan membuatnya lebih rumit atau bahkan lebih simple.Beberapa band dari amerika serikat bagian
tengah seperti Braid dari Champagne-Urbana,Illinois, Christie Front Drive dari Denver, Colorado, Mineral dari Austin, Texas, Jimmy Eat World dari Mesa, Arizona, The Get Up Kids dari Kansas City, Missouri, dari The Promise Ring dari Milwaukee, Wisconsin disebut - sebut sebagai yang berpengaruh pada gaya bermain
band - band setelahnya.

Braid dan Cap N Jazz yang sama-sama dari midwest america dianggap sebagai pelopor peleburan kompleksitas math rock dengan lirik metafora yang sangat sulit diinterpretasikan.Dengan lagu "Harrisson Ford" yaitu bertemakan introspeksi diri tentang menjadi seorang laki-laki tegar dan ideal dibalut tempo yang mengagetkan dari pelan kemudian dibawa ke serangan tiba-tiba beat kencang yang kemudian dikembalikan lagi ke pelan.Cap N Jazz dengan lagu Little League menggambarkan semangat olahraga dan semangat cinta SMA dengan balutan lirik yang terkadang susah diinterpretasikan karena penggunaan istilah yang aneh namun dinyanyikan secara mentah namun berfluktuasi seiring irama lagu dan anehnya semua lagu bernada ceria walaupun ada tema patah hati dan bullying,juga mereka yang pertama menggunakan terompet pada lagu-lagu mereka sungguh hal yang di luar kebiasaan.Hal ini diikuti oleh sekelompok pemuda di bawah nama At The Drive In
namun dengan lirik lebih politis dan penuh amarah dalam balutan latin ,progresif rock dan serangan hardcore kental yang bisa didengar secara jelas lewat
teriakan-teriakan Cedric Bixler Zavala layaknya Guy Picciotto dulu.

Kemudian disusul band yang mengedepankan vokal mentah dan cenderung teriak tanpa arah dengan mengikuti alur lagu seperti Portrait, clikatat ikatowi ,Unwound,Funeral Dinner,Mohinder,Swing Kids,Hot Snakes,Orchid dan Saetia, yang lebih mirip grindcore namun lebih halus namun diselingi melodic
hardcore.Band inilah yang kemudian disebut sebagai Screamo yang mengandalkan vokal tanpa bernyanyi namun atmosfir lagu dibuat semelodius mungkin dan se-hardcore mungkin.

Adapun dari New York yaitu Texas Is The Reason menjembatani indie rock dan emo secara gamblang dalam masa hidup mereka yang selama 3 tahun.Dengan lirik yang langsung dari buku harian tanpa metafora dan lebih straight to the point diliputi ironi dan sinisme terhadap cinta.Tahun 1995 album mereka Do You Know
Who You Are? dirilis oleh Revelation records dan terjual ribuan kopi,sebuahjumlah yang lumayan untuk band emo saat itu dan menginspirasi band - band New Jersey dan Long Island macam Thursday, Glassjaw,Taking Back Sunday,Saves The day ,Senses Fail,Midtown dan bahkan My Chemical Romance sekalipun.

The Promise Ring kemudian mengambil jalur lebih halus,pop punk dan merakyat dengan lirik - lirik cinta diikuti The Get Up Kids dengan mengurangi kompleksitas math rock dan lebih mengandalkan beat catchy daripada berusaha menjadi cerdas.Yang kemudian diteruskan oleh solo act Dashboard Confessional,mantan vokalis Further Seems Forever yang kemudian membentuk Dashboard Confessional di tahun 1999 dengan penampilan pertama bersenjatakan gitar akustik namun dengan jangkauan vokal luar biasa dan lirik cinta yang puitis aktual tanpa mengurangi estetika atau terkesan komersil.Band ini mencapai keterkenalan mainstream setelah lagu Screaming Infidelities mencapai nomor pada tangga lagu billboard 2002 dan Vindicated menjadi soundtrack Spiderman 2.

------------------------

2000an

Awal 2000an menjadi tahun yang subur bagi band seperti Story Of The Year,Taking Back Sunday, Senses Fail, Dead Poetic,The Used, My Chemical Romance dan
Dashboard Confessional mulai mendapat perhatian massa,karena media mulai memblow up mereka dan atas kejenuhan musik di penghujung tahun 1999 maka media pun mencari mangsa baru. Dengan pendekatan The Promise Ring dan The Get up Kids untuk emo yang lebih pop dan catchy Dashboard Confessional dan Story Of The Year memikat fans dengan lirik cinta mereka.My Chemical Romance dan The Used mengambil juga jalur cinta namun dengan balutan lebih gothic gelap lebih ke
mengambil influence dari Texas Is The Reason untuk gaya bernyanyi dan Orchid atau Saetia untuk dinamika lagu.Dengan gaya rambut poni lempar menutupi wajah dan baju gelap-gelap mungkin ini yang jadi inspirasi para fans membuat cult of personality dan cult of fashion dari emo sendiri . Media kemudian mendowngrade hal-hal tersebut dan mengasosiasikannya dengan term "emo" dan menjadi sumber hujatan banyak pihak bahkan di meksiko pada tahun 2008 sekelompok pemuda bergaya emo dipukuli sampai kritis bahkan mereka menyatakan perang terhadap kelompok yang mengasosiasikan diri dengan segala hal berbau "emo".8 Mei 2008 seorang gadis bernama Hannah Bond ditemukan mati gantung diri setelah beberapa hari pernyataannya tentang bunuh
diri yang glamor karena inspirasi dari album My Chemical Romance yang bercerita tentang pria yang sekarat karena kanker dan kehilangan semangat hidup.

Namun terlepas dari itu banyak band yang kembali menggali kearifan emo lama seperti Cap n Jazz dan Embrace dan menambahkan unsur lainnya seperti post-rock dan bahkan noise rock.Seperti band City Of Caterpillar,Envy, Mutiny On The Bounty ,Appleseed Cast dan Street Small Cyclist.Tanpa dandanan yang self-
associated to emo atau segala macam pernak-pernik fashionnya.Inilah mungkin yang seharusnya disebut Post hardcore.

Jadi kesimpulannya post hardcore atau istilah paling merakyatnya "emo" adalah suatu subgenre dan tidak lebih dari itu karena dalam ethic dan radikalisasinya
menganut DIY dari pendahulunya yaitu Hardcore Punk.Bukan sebuah subkultur yang mempunyai pakem
gaya rambut,gaya berpakaian, filosofi dan sebuah komunitas, bukan pula sebuah cult of personality
layaknya hitler atau stalin yang setiap gayanya atau gerak geriknya ditiru layaknya nabi mungkin masa kini bisa dilambangkan oleh pemujaan para muda
terhadap gaya berpakaian Gerard Way dkk atau The Used.

Bukan pula ajakan untuk bunuh diri namun lebih ke sebuah pencarian jati diri,introspeksi pada tiap liriknya dibalut metafora dan puisi yang sama sekali tidak cemen dengan kata demi kata penuh perhitungan.Karena pada dasarnya emo masih mempunyai unsur hardcore punk dan banyak band yang terdengar bernyanyi emosional atau dengan alur lagu yang angular lebih memilih disebut band punk atau membiarkan media melabeli mereka dengan sebutan lebih bradab yaitu Post Hardcore.Akhir kata kritik - kritik tajam di atas bukan untuk menjatuhkan atau mengutuk suatu kesalahkaprahan ini namun untuk memberikan pandangan yang lebih faktual tentang apa yang diatributkan oleh muda-mudi masa kini.

ALL CREDITS TO THE WRITERS IN : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2463335

----------------------------------------------------------------

BACA YANG LANCAAAR : THANKS TO BANG ANGGA PRADANA ROSSI

Let’s ERASE “MizConceptions” about Emo/Screamo

Diawal tahun 2005,gw mengenal suatu musik yang oleh kebanyakan orang disebut EMO/SCREAMO. Dari situ gw mulai tertarik untuk cari tau, Tanya sana-sini, cari Mp3 nya, malah gw pernah bikin band dengan influence dari band-band seperti yg ada di bawah ini. teruz APA SEBENARNYA “EMO” ITU & SIAPA SAJA BAND-BAND YANG MEMAINKAN MUSIK EMO!!! Jujur,pertama kali gw (Dan kebanyakan orang tentunya) mengira band-band Emo Tuh Seperti :

• THE USED

• FINCH

• STORY OF THE YEAR

• MY CHEMICAL ROMANCE

• TAKING BACK SUNDAY

• FROM FIRST TO LAST

• FALL OUT BOY

• DASHBOARD CONFESSIONAL

• SAOSIN

• FUNERAL FOR A FRIEND

• HAWTHORNE HEIGHTS

• MATCHBOX ROMANCE

• SILVERSTEIN

• UNDEROATH

• ALESANA

• CHIODOS

• ALEX IS ON FIRE

• ATREYU

• 36 CRAZY FISTS

• A STATIC LULLABY

• AIDEN

• A CHANGE OF PACE

• CHICOSSI

• AVENGED SEVENFOLD

• 30’s SECOND TO MARS

• PANIC! AT THE DISCO

• and another shitty band like those band ;p

Rasa pengen tau gw ama emo gak berhenti sampai disitu aja,gw terus dan terus menggali lebih dalam tentang emo, setelah browsing sana-sini… ikut berbagai macam forum diskusi, sharing dengan banyak teman (kebanyakan di Philipine dan Malaysia), akhirnya gw nemuin MUTIARA!!! Thankz God !!!

Yang waktu itu gw anggap sebagai band Emo ternyata SALAH BESAR!!! Kesimpulan yg gw dapat adalah, EMO…Sub-genre dari Hardcore-Punk Musik, muncul pertama kali diawal tahun 1980 an, tepatnya di scene DC Hardcore Punk !!! Band yang mengawali “Gelombang Emo” saat itu adalah : RITES OF SPRING Trus di “populerkan” oleh MOSS ICON, THE HATED, JULIA, UNION OF URANUS,INDIAN SUMMER dll. Emo sendiri udah “mati Suri” di pertengahan tahun 1990 dan emo gak akan pernah jadi SUB-CULTURE…Karena emo TIDAK MEMPUNYAI suatu “Movement / Pergerakan” yg akan mereka perjuangkan, Tidak Seperti PUNK dan HARDCORE (Tapi skrg udah banyak band-band Emo yang mengangkat tema POLITIK dll. Seperti LA QUIETE, AMANDA WOODWARD, etc)

Jadi, NGGAK ADA yang namanya Emo-Pop, Emo-Punk, Emo-Metal, Emo-Goth, Emo-core, Emo-rock, Emo-Coustic (ada sebagian orang menyebut ini sebagai sub-genre or Evolusi dari Emo! TAIK!!!) , and another shitty things !!! Karna apa??? Karna, Emo itu Sudah menjadi AKAR (sub-genre) dari Hardcore Punk musik, gw ulangin, dari Hardcore Punk musik!!! Gak ada kan “akar” dari suatu “akar”?!!? Gampangnya gini, PUNK—HARDCORE—EMO…Emo dari Hardcore, dan Hardcore dari Punk. Jelas???

Cuma SCREAMO yang bisa jadi Sub-category dari EMO itu sendiri. Pada dasarnya,Emo dan Screamo sama aja, sama2 berunsur CATHARSIS (Menyenangkan orang yg mendengarkan) dan masih mempunyai Hardcore ETHIC, itu unsur yg harus dijaga oleh band-band emo,karena mereka berasal dari Hardcore. Hanya saja, klo kita lihat dari segi sound nya, Screamo lebih Chaotic + Lebih banyak Scream nya jika dibandingkan ama band-band emo kebanyakan (Coba dengerin INDIAN SUMMER, truz dengerin ORCHID / P.99), dari situ kalian bakalan tau apa BEDA antara musik EMO dan SCREAMO ;) Lirik juga kebanyakan tentang “kemarahan” dibungkus dalam suatu Epic dan sesekali tentang cinta (Tapi TIDAK cengeng), seperti “Venus & Bacchus” nya SAETIA), karna band-band Screamo seperti :

• 1905
• 49 MORPHINES
• 1000 TRAVEL OF JAWAHARLAL
• AMPERE
• ANGER IS BEAUTIFUL
• AGHAST
• AFTER SCHOOL KNIFE FIGHT
• A FINE BOAT, THAT COFFIN!
• A DAYS REFRAIN
• A DAY IN BLACK AND WHITE
• ARCHITECTS
• AMANDA WOODWARD
• ANGORA STATIC
• ANTIOCH ARROW
• ANGEL HAIR
• BEAR GARDEN
• BALBOA
• BELLE EPOQUE
• CIRCLE TAKES THE SQUARE
• CITY OF CATERPILLAR
• CAPULETTE
• CAITLYN BAILEY
• CEASE UPON THE CAPITOL
• CATENA COLLAPSE
• DAITRO
• DIPLEG
• DEAR DIARY I SEEMS TO BE DEAD
• DIE, EMPEROR DIE!
• D’AMORE
• EMBRACE
• ENVY
• ENOCH ARDON
• FUNERAL DINER
• FORMAT MASA DEPAN
• FINGER PRINT
• FLASHBULB MEMORY
• HASSAN I SABBAH
• HOT CROSS
• HIRETSUKAN
• HEROIN
• INDIAN SUMMER
• I, ROBOT
• I WOULD SET MYSELF ON FIRE FOR YOU
• I WROTE HAIKUS ABOUT CANNIBALISM IN YOUR YEAR BOOK
• IN THE NERVOUS LIGHT OF SUNDAY
• JOSHUA FIT FOR BATTLE
• JEROME’S DREAM
• JULIA
• KAOSPILOT
• KIAS FANSURI
• LOUISE CHYPRE
• LA QUIETE
• LOVE LOST BUT NOT FORGOTTEN
• LOVE LIKE…ELECTROCUTION
• LIFE AT THESE SPEEDS
• MOSS ICON
• MINERAL
• MANHATTAN SKYLINE
• NEIL PERRY
• ORCHID
• ORBIT CINTA BENJAMIN
• PAGE NINETYNINE (PAGE.99 / P.99)
• PALATKA
• PORTRAIT OF PAST
• PHOENIX BODIES
• PLEASE INFORM THE CAPTAIN, THIS IS A HIJACK
• RITES OF SPRING
• RAEIN
• REVERSAL OF MAN
• SAETIA
• SINALOA
• SUIS LA LUNE
• STOP IT!
• SHIKARI
• THE KODAN ARMADA
• THE RISE OF FUCKIN CICADA
• TIGERS ARE OUT, BEARS ARE IN
• THE APLOPEXY TWIST ORCHESTRA
• THE BIRDS ARE SPIES, THEY REPORT TO TREES
• USURP SYNAPSE
• VIVISICK
• WELCOME THE PLAGUE YEAR
• WOW, OWLS!
• YAPHET KOTTO
• YOU AND Ietc.

Ter influence dari Sounds Hardcore Punk + Grindcore (Grindcore kan juga termasuk salah satu sub-genre dari Hardcore).
Emo itu Sendiri Kependekan dari EMOTIVE HARDCORE !!! BUKAN EMOTION / EMOTIONAL HARDCORE !!! Disini Telah terjadi kesalahpahaman, Emotional (Dari segi Lirik) yang SEHARUSNYA berarti LUAPAN KEMARAHAN akan SUATU KETIDAK ADILAN malah di artikan sebagai RENGEKAN CENGENG, DEPRESI DIRI karena PUTUS CINTA, atau sesuatu yang berhungan dengan MENYIKSA DIRI SENDIRI dan berakhir dengan BUNUH DIRI!!! SESUATU HAL YANG MENYEDIHKAN DAN TIDAK BERGUNA SAMA SEKALI!!! jika kalian menganggap itu sebagai emo, Lebih baik kalian buat band POP aja!!! Seperti KANGEN band. Tapi vokalnya teriak2 kayak FINCH dll. Hahaha

Disini, for Basically, Kita harus mengerti klo emo tuh Sub-Genre dari Hardcore Punk (Kapan yah gw capek ingetin ini???)… Emo/Screamo tetap menganut filosofi DIY (Do It Yourself ) dari Punk itu sendiri. Jadi, emo TIDAK BISA menjadi “sesuatu” yang MAINSTREAM, Tetapi band – band emo yang seperti gw sebutin di atas itu BISA POPULER seperti hal nya band-band MAINSTREAM lainnya!!! Thankz to God for leading me to the Truth !!!

EMO = STYLE / GAYA HIDUP ??? guyz, kalian SALAH BESAR!!! Emo / Screamo itu HANYA suatu Sub-genre musik!!! Gak lebih!!! Apalagi kalo kalian sampai mempunyai pikiran / pandangan seperti : EMO IS LOVE or EMO IS A WAY OF LIFE or EMO IS SOUL and another dumbass though… guys, itu hanya akan membuat kalian semakin terlihat bodoh!!! Sorry bgt klo gw ngomong seperti ini…but, that’s the fuckin truth guyz!!!

Jika kalian mengerti Akar dari Emo dan apa itu arti emo sebenarnya, maka kalian akan paham suatu hal, Memang sudah seharusnya TIDAK ADA ISTILAH “emo kid”, “emo girl”, “emo boy” atau istilah2 goblok lainnya yang gak ada hubungannya ama Emo!!! Dan juga kalian akan paham bahwa emo tidak ada hubungannya dengan Sexual activities seperti GAY, LESBI, or BISEX!!! Coz EMO/SCREAMO IS JUZT SUB-GENRE from HARDCORE (Charged with PUNK).

Oke, gw udah share sebagian yang gw tau tentang “what the heck is emo???”…gw harap temen-temen yg ada di forum (dan yang baca tulisan ini) jadi mengerti apa itu emo / screamo yang sebenarnya, dan mulai BISA BERHENTI untuk bilang kalo THE USED, FINCH, ALESANA, dll itu adalah band-band emo/screamo (itu sangat2 memalukan)!!! Karena gw bakal seneng liat anak2 muda Indonesia mengerti apa itu emo, tidak Cuma sekedar ikut2an trend yang lagi IN (sudah saatnya Indonesia “sembuh” dari penyakit ‘FALSE EMO’, FASHIONCORE, TEARSCORE, dll.) seperti yang diciptakan oleh MTV bangsat dan MEDIA-MEDIA lain yang ngawur dan gak tau apa2 tentang Emo!!! Kalo ada yg mau diskusi tentang EMO / SCREAMO musick ato segala sesuatu yang berbau Hardcore, silahkan! Bukan kah GROUP ini dibuat agar kita sharing satu sama lain (mskpn sekali2 mencela&mencemooh hihihi) dan untuk pencerahan akan sesuatu??? Iya kan??? Karena gw lebih senang berdiskusi dengan banyak orang daripada dengan 2-3 orang yang sudah gw kenal !!!

So, keep educating yourself guys!!! DIY or DIE !!! Cari sesuatu dari sumber yang jelas, pelajari, dengarkan dan pahamin apa yang kamu percaya (musik maksud gw), diskusikan dengan teman2 kalian, trus sebarkan apa yang kalian tau!!!

Jadi orang “keras kepala” itu bukanlah suatu kejahatan, kalo bisa jadilah orang yang “keras kepala” tapi TAU apa yang kamu pertahanin!!! Jangan Jadi orang yang “keras kepala” tapi tidak tau apa2!!! C’mon guys, itu suatu kebodohan tingkat tinggi!!!seperti…(gak perlu gw sebutin disini nama orangnya, gak etis) Hahaha

Oke then, Everybody is a Winner !!!

Tulisan ini dibuat BUKAN untuk bersikap RASIST terhadap suatu jenis musik, Dan juga BUKAN untuk MENGKOTAK-KOTAKAN musik!!! TUJUAN UTAMA gw bikin ini adalah untuk PENCERAHAN, PENEGASAN, atau mungkin bisa juga sebagai PEMBENARAN atas semua KESALAH PAHAMAN tentang EMO / SCREAMO itu sendiri!!! Honest, gw dah ENEG bgt ama Penyakit MIZCONCEPTION ’bout EMO / SCREAMO (Khususnya di INDONESIA!)

GUYS, SEKARANG UDAH HAMPIR TAHUN 2009…JANGAN BODOH UNTUK TERUS”AN MENJADI KORBAN FALSE EMO…Jika ADA SUATU BAND,YANG VOKALNYA TERIAK-TERIAK (Di beberapa lirik Tertentu), DISTORSI YANG MERAUNG-RAUNG, HENTAKAN DOUBLE PEDAL BUKAN BERARTI TERUS ITU BAND EMO / SCREAMO!!! MASIH BANYAK YANG HARUS DIPERHATIKAN!!!

Believe me,Hardcore music selalu membawa sisi positif!

and…’REAL’ EMO/SCREAMO IS SOOOOOO…HARDCORE!!! Period.

Semua yg gw tulis disini MURNI dari pikiran gw, berdasarkan DEBAT sana-sini, TUKER PIKIRAN dgn beberapa orang, Juga dari Search di beberapa websites (Terutama www.youdontknowemo.tk & www.mesaverde.co.uk) !!! So, Masih masuk akal kalo gw rasa bikin tulisan ini.

PENJELASAN LEBIH DETAIL : THANKS TO BANG AGAI, SORI DI COMOT
Oowwwww...Ooowwww....

calm down dudes!!!!

boleh gabung...
Menurut gw..(gw dapet info dari beberapa link dan chat ma anak2 negeri tetangga) emo ya screamo... Punk ke hardcore..hardcore ke emo...dan emo cuma brgeser dikit lahir lah screamo..

banyak yg bilang jimmy eat world tu awal emo baru...emang emo ada baru ada lama???emo/screamo emg identik D.I.Y dan mereka emang gak punya pergerakan yang signifikan dibdng punk dan hardore..gw kurang setuju kalo JEW itu emo...dan alesana, saosin etc bukan post hardcore...mereka lebih ke alternatif...coba dengerin 'drive like jehu'...the truly post HC band...paham ny juga seharusnya sama..D.I.Y!!less scream than emo...

sebenarnya yang 'TAI' itu media2 yang dengan kesoktauan nya menyatakan kalo faham emo itu diartikan 'emotion hardcore'..makanya banyak anak indo skarang yg nerapin gaya BACIL RAMIREZ..gothic2 kan..niruin gaya rambut nya the used, alesana, sambil foto2 sok larut dlam kesedihan dan merka bilang mereka 'kaum EMO'
FUUUCCCKKKK!!!!! Mereka cma gay pengen ngerock!!! Emo itu cuma aliran musik..gak lebih!!! Bukan soul, bukan fashion, dll...(sorry agak melenceng)

kalo gak salah emang ad 2 faham yg beredah soal awal lahirnya emo/screamo..ad yg bilang dari rites of spring melalui JEW atau tidk melalui JEW...gw menganut faham
g tidak melalui karna JEW agak jauh dari roots HC...

okay!!! Hajarrr false emo!!! Hehe

----------------------------------------------------------------
DARI ABANG WILLY :

emo itu msh ada kaitannya ama post hardcore, emo itu istilah market utk post hardcore ketika era pertengahan 90an! so sebenernya secara ga langsung emo itu post hc!! tp pada perkembangannya banyak kepentingan bisnis disini, jd belakangan em......o menjadi tren dan udh menjadi sebuah pasar!

ga ada kriteria khusus post hardcore harus pake scream atau growl, malah justru blakangan aja emo sok2 dimasukin growl ala death metal ketika tren metal booming di era 2000an!

ben2 yg lo sebutin ben2 yg udh jd generasi ketiga semua coy, disini gw coba jelasin dari awal perkembangannya dipertengahan 80an sampe skrng!

harusnya yg lo kasi refrensi ben2 kaya rites of spring, embrace, mineral, fugazi, dkk (gw yakin elo belom pernha denger kaya apa lagunya malah mungkin baru denger nama bennya)!

dan refrensi ben hc lo asing semua di gw, mungkin lokal2 jd gw ga tau! yg cocok jd refrensi utk ben2 hc bs dicoba gorilla bizcuits, youth of today, ato yg nu skul macem terror, hatebreed dan sebangsanya!

Dikutip Kembali Dari Official Indonesia Real Emo/Screamo Fans

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

OMELETTE STORY


Omelette Story (1)
We Must Write Our Own History

Episode baru Omelette akhirnya datang bersamaan dengan dirilisnya album 2, “Lagi-Lagi janji,” November 2008. Sebuah penantian panjang jika dihitung sejak album pertama “Persahabatan” di rilis tahun 2005.

Bagi band yang baru muncul, jedah 3 tahun ini sangatlah merugikan karena orang jadi lupa dengan Omelette, apalagi puluhan band baru bermunculan bak jamur di musim hujan. Ada yang lewat jalur lndie dan major label, ada juga yang lahir dari ajang festival. Satu dua band akhirnya sukses dan ngetop sementara puluhan lainnya hilang tak terdengar lagi kabarnya.

Ada yang bilang kami muncul di waktu yang kurang tepat. Ah.. persetan dengan pandangan orang, mereka toh tidak mengenal kami, bagaimana kami dahulu dan akan kemana kami kelak. We must write our own history, walaupun jika untuk itu kami harus jatuh-bangun dan berdarah-darah.

Sejak album Persahabatan dirilis kami seperti tak habis dirundung malang. Persoalan datang silih berganti dan semua itu harus kami selesaikan satu demi satu. Kalau tidak dibantu dan disemangati oleh manajemen POS Entertainment – dalam hal ini Dhani Pette - barangkali kami sudah “gila”.

Bagi kami jauh lebih mudah untuk mengakhiri kisah Omelette sampai disini, tidak ngeband lagi dan berkonsentrasi penuh pada sekolah. Tetapi betul kata orang, musik itu panggilan jiwa yang tidak mungkin kita abaikan. Jika kami tidak main musik, rasanya seperti ada lubang besar di dalam hati. Kami tidak tahu apa namanya, tetapi kami rasa semua musisi akan merasakan hal seperti itu.

Maka kamipun menguatkan diri, mencari kepingan yang cocok dan menyusun kembali Omelette. Karena semua pergolakan internal itu, vakum bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan waktu jeda 3 tahun itu.


Aries Gabung Garasi
Persoalan dimulai dengan perginya Aries. Drummer kami itu gabung dengan Garasi Band. Ceritanya, saat itu tahun 2005, ada tawaran audisi untuk casting film yang bercerita tentang perjuangan sebuah band baru. Kami (Nissa, Rian, dan Aries) waktu itu ikut audisi. Aries yang diterima karena yang dicari adalah casting untuk peran drummer.

Sampai di situ kami oke saja. Yang tidak kami sangka, karakter band yang bernama Garasi dalam film tersebut terus dipertahankan di dunia nyata. Dan Aries pun terikat di sana. Tapi kekecewaan ini nggak berlangsung lama dan kamipun bisa menerima keadan ini, bahkan sejujurnya ada sedikit rasa bangga terhadap Aries, apalagi Garasi cukup sukses bahkan masih tetap eksisi hingga saat ini.

Aries sendiri bukanlah drumer Omelette yang pertama. Pemuda asal Cibadak Sukabumi ini adalah drummer ketiga, setelah Echa yang kini banyak main di komunitas jazz dan dan Hendy yang kini jadi drummer GIGI. Echa dan Hendy gabung Rian dan Nissa sewaktu Omelette masih bernama Telor Ceplok.

Dilihat dari sisi manapun Echa dan Hendy adalah drummer yang hebat, bahkan jika skill jadi ukuran satu-satunya, mereka adalah drummer terbaik yang pernah dimiliki Omelette. Toh kami tidak bisa menahan mereka tetap di Omelette, tapi kami tidak terlalu kecewa kok. Kami sadar bahwa apa yang kami inginkan belum tentu itu yang kami butuhkan.

Tak lama setelah Aries, datang Sandy Winarta, another great drummer that we’ve ever had. Sayangnya Sandy pun tidak bertahan lama. Semula kami menduga hal ini disebabkan karena kami tidak sepantaran, --Sandy lebih senior dibanding personal Omelette yang lain-- sehingga pergaulan kami jadi kikuk, tetapi ternyata bukan itu, setidaknya bukan itu faktor utamanya. Jiwa Sandy lebih condong ke Jazz ketimbang ke musik Omelette yang pop rock, maka kamipun melepasnya dengan damai.


Omelette Story (2)
Pukulan Telak, Tessa Cabut

Walaupun kami jatuh bangun setelah ditinggal Aries, yang terburuk belumlah datang. Pukulan paling telak adalah saat Tessa cabut tak lama setelah Sandy. Saat itu Omelette kembali menjadi “Rian dan Nissa.” Kami serasa masuk dalam mesin waktu dan seseorang memutar mundur 10 tahun dan… Cling…! kami adalah dua anak kecil yang keranjingan musik dan bermimpi menjadi rock star.

Waktu itu kami ingin Omelette bubar saja, sebab sepertinya nasib baik tidak pernah berpihak pada kami, tetapi Dhani Pette sekali lagi menyemangati kami untuk bertahan.

Dukungan itu juga diwujudkan dengan menggelar audisi vokalis. Sementara proses audisi berlangsung – dan ini ternyata berjalan sangat panjang— jika Omelette dapat job, kami pakai vokalis cabutan. Sashi (yang sekarang menjadi vokalis band Drew) salah satunya dewa penolong kami ketika itu.

Untuk posisi drummer kami masih sering dibantu Sandy walau pun dia sudah tidak lagi di Omelette dan Otto. Yang terakhir ini adalah drummer debutan yang akhirnya gabung dengan Omelette. Konon kabarnya Otto adalah drummer Biss Band, band yang tidak pernah kami dengar namanya.

Mencari vokalis ternyata susahnya minta ampun. Sepanjang tahun 2006 dan 2007, kami melakukan dua kali sesi audisi dengan peserta yang jumlahnya puluhan, eh.. nggak dapat-dapat juga, padahal kami tidak memberi batasan harus cewek atau cowok, usia juga kami buka saja asal tidak tua banget.

Pada audisi yang ke dua sebenarnya kami mendapatkan Aby, cewek yang usianya masih sangat muda, bahkan lebih muda dari Nissa yang selama ini kami anggap sebagai maskot karena kemudaannya itu. Karakter suara yang tinggi juga mirip Tessa. Tetapi ini pun –lagi-lagi-- tidak bisa kami pertahankan, padahal kami sudah membuat demo album 2 lho. Sony-BMG merasa karakter vocal Aby kurang cocok untuk musik Omelette.

Seperti pasangan suami istri yang berusaha keras untuk mempunyai anak, mendapati setiap kali terjadi kehamilan, setiap kali juga terjadi keguguran. Sesaat kami merasa gembira, tetapi sedetik kemudian tragedi menimpa. Well.. kami semua memang masih kecil dan belum pernah menikah, tetapi kami tidak bisa membuat analogi lain.

Kali ini kami benar-banar frustasi dan putus asa. Batalnya Aby gabung dengan Omelette juga membawa konsekwensi lain. Kami terpaksa membongkar semua lagu yang telah kami siapkan untuk disesuaikan dengan karakter vokalis yang baru kelak.

Di saat kami putus harapan, Fetty muncul entah dari mana. Saat itu Maret 2007, dengan diantar Eko kakaknya dia berdiri di depan pintu POS Entertainment “mau ikut audisi Omelette,” katanya malu-malu. Sesaat kami menduga dia penyanyi dangdut dan lagu-lagu melayu yang mau mencoba keberuntungan di Omelette yang pop rock. Meski demikian kami memutuskan untuk mencoba Fetty, walaupun melalui proses audisi “ogah-ogahan” karena kami semua merasa sudah mentok.

Saat itulah Fetty mencuri perhatian kami melalui suaranya yang tinggi dan ke kanak-kanakan, cocok dengan karakter Omelette. Kami yang semula loyo kembali bersemangat. Dan melalui beberapa kali uji coba akhirnya Fetty dinyatakan diterima dan gabung dengan Omelette.

Sepertinya pintu kemudahan itu mulai terbuka. Permainan drum Otto meningkat dengan pesat dan makin nge-groove dengan petikan gitar Rian dan betotan bas Nissa. Melihat kemajuan itu manajemen tanpa ragu lagi menarik Otto sebagai drummer Omelette.

Omelette pun bangkit kembali, ah.. kami tidak senang dengan istilah ini, kami lebih senang jika disebut dilahirkan kembali, lengkap sempurna: Rian (gitar), Nissa (bas), Otto (drum), dan Fetty (vocal).

Apakah formasi ini akan bertahan lama? Rasanya itu tidak perlu dipikirkan, setidaknya tidak untuk saat ini. Tugas kami sekarang adalah berkarya. Kegembiraan kami karena kelahiran kembali Omelette tidak berlangsung lama karena kerja keras sudah menunggu. Album 2 sudah menunggu, kali ini kami benar-benar akan menulis sejarah.


Omelette Story (3)
Amazing Album Ini Bisa Selesai

Jika dihitung sejak awal ngumpulin lagu, album 2 “Lagi-Lagi” ini telah mulai digarap Desember 2005, tak lama setelah jeda promosi album 1 “Persahabatan” yang kami luncurkan Maret tahun yang sama. Artinya kami langsung tancap gas begitu album pertama beres.

Tapi apa yang kita inginkan sering kali bukan itu yang kita dapatkan bukan? Jadi begitulah, album kedua baru bisa dirilis hampir 4 tahun setelah album pertama.

Memang ada faktor teknis yang memperlambat kerja kami, tetapi sebagian besar kegagalan kami untuk secepatnya membuat album 2 adalah faktor non teknis. Jika secara teknis kami susah sekali mencari lagu yang cocok untuk single pertama, yang non teknis adalah mundurnya Tessa. Kedua fakor ini benar-benar membuat kami babak belur.

Tentang mundurnya Tessa dan masuknya Fetty kami sudah ceritakan di Omelette Story sebelumnya, jadi kali ini kami akan cerita tentang proses pembuatan album 2 dan apa bedanya dengan album pertama.

Yang jelas di album ke 2 semua lagu kami sendiri yang buat, ini berbeda dengan album pertama yang didalamnya ada 2 lagu Budjana dan 2 lagu Thomas GIGI. Sebagai band yang baru muncul, harus diakui kami belum PD dengan karya kami sendiri, begitu juga dengan Dhani Pette selaku manajer. Maka Dhani minta Mas Budjana dan Mas Thomas membantu.

Jadi selain masalah content, ada alasan yang lebih mendasar dibalik dimasukkannya lagu Budjana dan Thomas itu. Faktor lain adalah karena GIGI satu menajemen dengan Omelette.

Saat itu Budjana menyodorkan lagu “Bayangmu” dan “Buang Rasa Itu” sedangkan Thomas “Ajari” dan “Melayang.” Bermodalkan 4 lagu inilah Omelette kemudian membuat 6 lagu pelengkap sehingga menjadi album utuh yang terdiri dari 10 lagu. Oh iya produser album ini Mas Baron Arafat eks GIGI.

Kami kira kalau kami jalan ke toko kaset dan minta seorang pengunjung mengomentari album ini, rasanya dia akan bilang kalau album kami ini “bau GIGI-nya” kuat banget. Padahal rasanya… nggak banget tuh.

Sekarang kalau kami melihat ke belakang, cara itu –setidaknya motovasinya— rasanya kurang tepat ya? Sebuah band mestinya meletakkan karyanya sendiri sebagai yang utama, bukan karena karya orang lain tidak bagus tetapi semata-mata agar pembeli kaset/CD mendapat sesuatu yang genuine. Tetapi ya sudahlah, dulu kami memang benar-benar kurang PD.

Tapi lepas dari itu kami berterima kasih pada Mas Budjana dan Mas Thomas. Tanpa mereka album pertama tak kan pernah ada karena kegamangan kami. Uniknya di itu yang terpilih sebagai single pertama justru bukan lagu Budjana atau Thomas, melainkan lagu kami sendiri, “Persahabatan” yang sekaligus dipilih sebagai judul album.


Bantuan Tohpati
Di album 2 kami jauh lebih PD, setidaknya seluruhnya --12 lagu-- di album ini kami sendiri yang buat. Awalnya kami buat 10 lagu, lalu kami minta Mas Rhonald Fristianto –lagi-lagi eks GIGI— menjadi produser. Tetapi tidak ada satupun yang cocok menjadi single pertama.

Tentang hal ini, kami di POS Entertainment punya tradisi penentuan sigle. Seluruh lagu dalam album kami gandakan dalam bentuk CD lalu dibagikan keseluruh karyawan. Tugas mereka adalah mendengarkan berulang-ulang kemudian memberi komentar terhadap setiap lagu yang mereka dengarkan itu.

Karena belum dapat lagu jagoan, kami buat 4 lagu lagi. Kali ini yang jadi produsernya Omelette sendiri dengan Dhani Pette. Kini kami punya 14 lagu, tapi kok rasanya terlalu banyak ya? Maka kamipun mencoret 2 lagu lama hingga menjadi 12 lagu saja. Sampai di sini pun kami masih belum nemu single pertamanya.

Akhirnya kami minta bantuan Tohpati mengaransemen ulang 2 lagu yang sebelumnya sudah direkam, “Lagi-lagi Janji” dan “Ingatan Lalu.”

So, that’s it, Omelette kini memiliki single pertama yang sekaligus ditetapkan sebagai judul album 2. Kalau kami melihat ke belakang, kami tidak percaya lho energi kami cukup untuk menyelesaikan abum ini.

Omelette Story (4)
Kami Kucing yang Hebat

Aspek terbesar yang membedakan major dengan indie label adalah faktor promosi dan distribusi. Membandingkan major dan indie ibarat membandingkan harimau dengan kucing. Dan Omelette termasuk golongan kucing, karena album kami diproduksi POS Record yang masuk katagori indie. Walau demikian kami merasa cocok dan nyaman, karena lebih bebas dan leluasa. Lagipula apa yang dilakukan POS tidak kalah kok dibanding dengan major label.

Soal distribusi, miasalnya, kami tidak beda dengan major label, karena kami titip endar di Sony-BMG. Jadi CD dan kaset “Lagi-Lagi” bisa kalian dapatkan di semua toko kaset. Bahkan jika dikonversi, nilai promosi kami rasanya lebih besar dari yang dilakukan major label.

Oke, mari sekarang kita bicara tentang masalah promosi. Walaupun tanggal rilis telah ditetapkan 27 November, dua minggu sebelumnya single pertama “Lagi-Lagi Janji” telah didistribusikan ke 600 stasiun radio di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat akrab dulu dengan lagu kami melalui radio, dan ketika memutuskan untuk mencarinya di toko kaset CD/kaset Omelette ada di sana.

Sementara untuk promosi di televisi kemipun tidak kalah. Hampir semua stasiun TV telah kami hubungi, kami kirimi video clip, dan –ini yang penting— mereka memberikan sambutan yang baik. Sebagai band baru kami sudah main di Inbox SCTV, acara musik nomor satu saat ini.

Kami juga telah mendapat jadwal untuk tampil di acara TV yang lain, Seperti Dahsyat, Kissvaganza, Klik, dll. Manajemen kayaknya juga mempunyai rencana kerjasama dengan Gen FM sehubungan dengan album Omelette yang baru ini. Kami belum tahu konkritnya seperti apa, yang jelas kemarin kami main di acara “Pestanya Generasi Musik Terkini” di Tamini, acara off air yang disiarkan life di Gen FM.

Gen FM sendiri adalah radio nomor satu di Jakarta, khususnya untuk musik remaja. Oh iya.. Gen Fm ini radio yang fenomenal, baru satu tahun umurnya kini sudah jadi nomor satu. Kok bisa ya, baru lahir langsung juara?

Karena program promosi ini, kami sudah banyak mendapat jadwal manggung. Jadwal manggung Omelette bisa dilihat di web site kami, www.omeletteband.net. Tidak hanya di Jakarta, kami juga main di Jogja (Liquid) 4 Desember dan Sukabumi (Garden Park) pada malam old & New. Rasanya jadwal Omelette akan terus bertambah, karena kami lihat manajemen kerja keras cari job.

Juga ada promo di media cetak. Kami sudah melakukan wancara dan pemotratan di majalah Hai, Rolling Stones, Aneka Yes, dan Gadis. Majalah, tabloid, dan Koran lain menyusul. Sementara promo radio mengikuti jadwal show karena mereka lebih fleksibel. Pendeknya padat sekali.

Masa promosi ini sangat melelahkan, tapi kami sangat antusias walaupun bayaran manggungnya kecil. Ibaratnya kami tengah menanam bibit mangga dan menunggu munculnya buah pertama. Kami yakin saat itu akan datang.

Oh iya kami tadi mengibaratkan major label sebagai macan dan indie label sebagai kucing. Itu serius lho, tetap dengar-dengar macan itu sudah mulai kehilangan taring dan cakarnya, sementara si kucing sudah mulai lincah dan tangkas gerakannya.

Tapi hilangnya taring dan cakar macan itu bukan karena dimakan kucing lho. Konon zaman lah yang membuat macan tua itu tak perkasa lagi. Kita tahu kan saat ini 90% CD yang beredar itu bajakan? Sementara penjualan kaset jatuh hingga 80%. Bayangkan gimana tuh penghasilan mereka.

Faktor lain adalah maraknya perangkat digital yang makin memudahkan penggandaaan lagu, sepertinya perangkat ini melegalkan produk bajakan ya?

Sss..t, katanya sekarang ini kita memasuki pancaroba zaman, dari era fisikal ke digital. Tanda-tandanya sudah sangat jelas, produk konvensional CD/kaset jatuh sementara produk digital mulai naik.

Untuk mengantisimpasi hal itu konon major label kini mengubah strategi. Jualan CD/kaset memang masih dilakukan tetapi penghasilan utama mereka asalya dari RBT. Ingat kan barusan Vagetoz dapat award dari Sony-BMG labelnya, karena RBT nya di download oleh 5 juta orang. Hebat ya? Selain jualan RBT mereka juga menjadi manajer artis. Sementara itu manajemen artis banyak yang memproduksi sendiri, walaupun untuk distribusinya masih bekerjasama dengan major.

Rasanya kita sudahi saja omongan ini ya? Kami malu karena masalah promosi ini bukan keahlian kami. Mestinya kami minta saja manajemen yang menulis bagian ini, bukannya kami yang cuma tahu main musik.


Omelette Story 5 (habis)
Inilah Kisahku

Ini bagian terakhir dari Omelette Story, semoga kalian tidak bosan dengan cerita kami. Kali ini kami akan cerita tentang diri kami masing-masing.

Sebagai remaja biasa, kami tak beda dngan kalian, tidak semua sikap dan pilihan kami benar. Kadang kami malas, kadang kami menulikan kuping terhadap nasihat orang lain, sehingga kami tersesat. Sesakali kami memberontak dan menabrak kiri-kanan. Tapi motifasi kami bersih, kami tidak pernah beniat menyusahkan orang lain.

Intinya kami ini manusia biasa, dengan minat yang sangat besar terhadap musik. Begitu besarnya sehingga musik –rasa-rasanya— sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kami. Kalau darah kami diperiksa di bawah mikroskop akan tampak tangga nada meliuk-liuk di antara erytrosit dan leukosit. Music is absolutely our soul.


Rian
Gue yang tertua di sini, tetapi gue bukanlah yang utama karena kami egaliter, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Gue pikir ini kosep yang benar, sebab bagaimanapun kami ini band bukan parpol perusahaan yang mesti ada struktur organisasinya, ada pimpinan ada bawahan.

Tetapi lepas dari prinsip ini gue memang orang yang cuek. Bahkan gue tidak tahu lho jadwal Omelette, tanggal berapa manggung di mana? Tapi gue tidak kahawatir, gue kan punya Nissa, adik gue itu yang ngigatin gue.

Untuk masalah ini rasanya Otto dan Fetty juga cuek, ah..nggak bukan cuek tapi pasif. Yang ribut pada soal-soal seperti ini cuma Nissa. Tapi orang seperti itu perlu lho! Kalau nggak ada yang ngeributin kami bertiga seperti kambing congek yang nggak tahu mesti melakukan apa.

Tapi kalau soal aransemen gue harus ikut. Gue kan satu-satunya yang pegang gitar, jadi grip dan melodi tergantung gue. Drum dan bass kan yang mengeblok, membuat basic rhythm nya.

Oke kalian udah tahu kan musik Omelette, sekarang gue mau kasih tahu sedikit rahasia gue. Musik Omelette itu bukan gue banget, musik gue itu Metallica, Megadeth, Lamb of God, Trivium, Avenged Sevenfold, Dragon Force, Marlyn Manson, pokoknya metal abis. Itu koleksi CD dan DVD gue, mereka idola gue. Salam metal.


Nissa
Gw memang pegang bass, tapi dalam keseharian Omelette gw pegang semua hal, seperti mengisi web site, membuat jadwal, berkomunikasi dengan manajer atau produser kalau lagi buat album. Bahkan –percaya nggak?-- gw juga yang ngurus makan mereka lho. Pendek kata gw seperti ibu rumah tangga yang mesti ngurus semua hal.

Kadang-kadang gw merasa capek ngurus Omelette, tapi ini rumah gw, jadi gw harus membuatnya nyaman untuk semua orang. Lagi pula kalau bukan gw siapa yang mau melakukan pekerjaan ini. Otto, Fetty, apalagi Rian, semuanya cuek bebek.

Gw yakin suatu saat nanti Omelette akan ngetop, karena kami semua bekerja keras dan melakukannya dengan sepenuh hati. Kalau soal teknik dan skill sejujurnya gw nggak begitu khawatir, bahkan jika dibandingkan band-band yang sudah mapan saat ini. Tapi di dunia pop culture saat ini yang paling menentukan adalah lagu, maksud gw pasar bisa nerima lagu kita nggak? Itu ukurannya.

Sialnya kualitas pendengar musik kita turun ya? Setuju nggak? Sehingga lagu-lagu “gampanganlah” yang jadi primadona. Ini berlawanan dengan Malaysia, pendengar di sana sudah mulai meningkat kualitasnya. Tapi siklus ini gw yakin akan berlalu, dan kualitas pendengar kita meningkat kembali. Tapi kita boleh beda pendapat kok. Salam slap!


Otto
Sudah lama gue tahu Omelette, tetapi baru sekitar 1.5 tahun lalu gue gabung. Sebelumnya gue punya band sendiri namanya Biss Band, sampai sekarangpun Biss Band masih ada. Sebelum secara resmi gabung Omelette gue juga membantu Repvblik yang lagi nggak punya drummer. Di sana gue jadi additional player.

Sebenarnya –kalau ukurannya duit-- di Repvblik lebih enak karena bandnya sudah jalan sehingga job nya banyak. Sementara Omelette mesti merintis kembali, karena jarak antara album 1 dan 2 terlalu lama, orang sudah lupa. Tapi alasan yang paling prinsip adalah Gue pingin membangun band sendiri from zero to hero. Gue pingin ngukur batas gue, seberapa besar gue bisa berperan di Omelette.

Gue kira permainan gue sudah mulai nge groove dengan Rian dan Nissa, mudah-mudahan ini pertanda baik. Sebagai anak muda awalnya kita tidak memperhatikan masalah ini. Ibarat baru keluar dari dunia persilatan, kita kepinginnya memainkan 1.000 jurus untuk menunjukkan kemampuan kami. Padahal bukan itu yang penting. Walaupun kita punya skill segunung jika musik kita tak memupnyai jiwa ya tidak ada artinya.

Benar kata Mas Budjana, jika satu nada sudah cukup, kita tidak perlu mainkan 10 nada. Secara pribadi gue menganggap ini filosofi seorang empu musik. Merdeka.


Fetty
Sejujurnya gue merasa minder bergaul dengan Rian, Nissa, dan Otto, setidaknya pada awalnya begitu. Maksudku mereka kan orang yang memang sehari-harinya berurusan dengan musik sementara gue anak sekolahan biasa. Memang sesekali gue ikut nyanyi membantu kakak gue yang kadang diundang nyanyi di suatu acara.

Suara gue juga biasa-biasa saja rasanya, tapi nggak tahu kenapa mereka memilih gue. Menurut cerita, Omeltte telah melakukan audisi berkali-kali tetapi tidak mendapatkan penyanyi yang tepat.

Kini gue sudah nyebur di dunia ini, tidak ada pilihan lain gue mesti total menjalanin profesi ini. Banyak faktor yang mengambat tekad gue. Yang paling nyata adalah jadwal kuliah, dan ini juga dialami Rian dan Nissa. Selain itu masalah biaya. Main band kan butuh banyak biaya.

Bagi Rian dan Nissa soal ini tidak pernah jadi masalah, tapi bagi gue berangkat latihan dan beli kostum untuk manggung butuh biaya besar. Untung mereka mau minjamin gue kostum, juga buat Otto. Ini benar-benar sangat membantu.

Karena alasan di atas, perjuangan gue di Omelette rasanya lebih berat ketimbang yang dirasakan Rian dan Nissa. Karena itu gue berdoa setiap hari agar Omelette cepat sukses dan banyak job and God bless our soul. See U

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Profil Geisha Band


Geisha Band berdiri pada akhir Desember 2003. Band ini telah meraih beragam prestasi musik di kota asalnya Pekanbaru. Kesuksesan luar biasa dicapai band yang terdiri dari Momo[vocal],Roby[guitar]leader,Aan[drum], Amek[keyboard] dan Bernard[bass]ini, saat menjadi finalis A Mild Live Wanted 2007.

Awalnya band ini bernama Jingga. Personel Jingga waktu itu terdiri dari Febri[drum]leader,Momo[vocal],Roby[guitar],Aan[guitar], Amek[keyboard], dan Bernard[bass]. Hits lagu indie yang pernah mereka keluarkan diantaranya, Hey_ya(untuk selamanya), Sya La La, Cintaku Hilang. Lagu Untuk Selamanya adalah lagu yang telah dirilis ulang untuk kompilasi A Mild Live Wanted 2007 bersama dengan D'Masiv.

Lagu-lagu Geisha Band merupakan karya-karya musik yang mengisahkan sisi kehidupan yang banyak terjadi di sekitar kita. Geisha sendiri terjun dialiran art rock progressive, karena dalam penciptaan lagu, Geisha Band memadukan berbagai unsur-unsur yang berbeda, sehingga menjadi sebuah ciri khas dari Geisha dengan hentakan musik rock dan alunan beat yang cukup kencang.

Tahun 2009, Geisha akhirnya mendapat kontrak dengan Musica Studios untuk album perdana yang bertitelkan Anugerah Terindah. Mereka pun mengandalkan lagu yang berjudul "Jujurlah Padaku". (emjhie)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Awal Dari Sebuah Kelahiran

Awal Dari Sebuah Kelahiran
Mempunyai sebuah band sendiri dan bisa menjadi band papan atas dan terkenal, mungkin sebagian impian atau harapan bagi setiap orang. Terinspirsi dari Kurt Cobain, maka saya mendekat dan mencoba untuk mendirikan suatu grub band dengan mengumpulkan teman-teman sekolah pada saat saya duduk di bangku SMP, terdiri dari tigris, I-1, April, dan Anto, kami pun berdekat untuk mendirikan sebuah grub band dengan nama Bintaro 21, nama Bintaro diambil dari Akronim atau singkatan dari Bintang Revolusi yang berarti Sebuah perubahan untuk menjadi bintang, sedangkan angka 21 diambil dari tanggal berdirinya Bintaro pada tanggal 21 April 2002, diakhir sekolah duduk di bangku SMP kami terpaksa bubar. Semangat untuk mendirikan grub band tak habis-habisnya. Di awal tahun 2003, saya pun mencoba lebih dalam mengenai musik, teknik bermain dan berbagai genre musik yang ada.
Pada pertengahan tahun, saya pun bergabung dengan sebuah grub band bernama ”Life’s” yang beraliran musik Alternatif. Disaat Life’s mau membuat demo lagu ciptaan sendiri. Life’s pun ditinggal salah satu personil Abonk, sang drummer pun terpaksa pindah ke Texas, kami pun melepasnya dan merelakan untuk bergabung dengan Texas dan hal ini lah yang membuat Life’s vacum untuk beberapa bulan sebelum menemukan sebuah drummer hasil didikan sebuah band Indie Arizona bernama Raffy, dengan formasi baru. Saya pun mengusulkan nama Life’s diubah menjadi MATERLAN yang berarti Awal Dari Sebuah Kelahiran terdiri dari tigris, Iwan, Didi, Arie dan Raffy. Merasa tidak satu hati lagi, Saya, Raffy keluar dan membawa nama MATERLAN menjadi milik pribadi saya sendiri dan harus merelakan dua lagu ciptaan yang saya ciptakan bersama Iwan sang Gitaris yaitu ”Jalan Akhir” yeng merupakan single hits dan ”Kembalilah” menjadi sepenuhnya milik mereka. Akhir tahun ku mendengar Raffy telah bergabung bernama Arizona, menjadi drummer tetap dan mempunyai dua album band Indie. Langkah dan tekat tak berhenti sampai di sini, Berdiri dan terjatuh lagi layaknya seperti sebuah perjalan seorang insan anak manusia, begitulah yang ku alami, bertekat dengan sungguh-sungguh ku mencari personil dan masih memakai nama lama MATERLAN yang terdiri dari Icom, Idone, Andra dan Ardi, Tigris, kami pun tidak bertahan lama, karena masing-masing personil terfokus pada perkuliahan, dan beralasan untuk mendirikan sebuah band di Sumatera Susah untuk mempublikasikannya ke Pusat atau Jawa.
Ditinggal sendiri saya mergegas mencari personil, dengan formasi baru terdiri dari Tigris di bassist, Cena di Gitaris, Verus di Vokalis, dan Endreas di drummer. Di tahun 2007 banyaknya band-band Indie yang bermunculan, belum lagi band-band yang telah menjadi nama besar seperti butiran-butiran hujan yang jatuh dibumi tak terhitung berapa banyak dengan berbagai genre musik dan membawakan ciri khasnya masing-masing, dan kami berempat segera membuat konsep baru dengan menciptakan lagu karya sendiri dan MATERLAN bisa kenal lagi. Di pertengahan tahun MATERLAN mencoba mengeluarkan lagu jagoan kami ”Tema Hidupku” dengan genre musik rock.(Bersambung)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEKNIK GITAR JIMI HENDRIX



TEKNIK GITAR JIMI HENDRIX
Maestro gitar ini menggunakan Fender Statocaster pada hampir semua penampilannya. Ia mempunyai dua buah gitar tersebut sebagai gitar utamanya, yaitu Stratocaster Putih bikinan tahun 1965 dan Stratocoster Sunburst tahun 1964. untuk ampilifier. Ia menggunakan head Marshall 100 watt dan sebuah cabinet B (bawah) 4 x 10 (empat speaker 10*). Jimi juga memakai efek distortion Fuzz face dan efek Octavia untuk membuat nada satu oktaf lebih tinggi dari not yang dimainkan, Efek lain yang juga menjadi ciri khasnya adalah baby cry wah pedal dari Jim Dunlop. Semua peralatan tersebut (gitar, ampli, dan efek ), sudah dipatenkan oleh pabrik pembuatan atas nama Hendrix menjadi Hendrik Signature Series.
Sebagian besar komposisi Hendrix ber-basic pada minor pentatonic (E, G, A, B. D) baik saat melakukan solo atau rhythm. Contoh untuk lagu ” Voo Child (Slight Return), Machine Gun, Third Syone From The Sun dan Purple Haze”. Jimi juga memiliki tangan yang sangat besar, karena itulah ia jarang menggunakan jari kelingkingnya, hanya menggunakan jari telunjuk, tengah, dan jari manisnya. Pada intro lagu ”Purple Haze” ia menggunakan Pattern E minor pentatonic pada nada dasar. Menggunakan efek Fuzz Face , ia menghajar senar dengan keras, sehingga sound yang keluar sangat distoris. Pengunaan wah-wah pedal diperdengarkan jimi pada intro ” Voo Child (Slight Return). Disitu ia juga memakai E minor pentatonic.
Lagu yang kelihatan sederhana tetapi sebenarnya rumit adalah “Manic Depression”. Pada lagu tersebut Jimi memakai scale A minor pentatonic (A, C, D, E, G ). Di bagian verse-nya ia menggunakan arpeggio dari A major pentatonic ( A, B, C#, E, F#) dan G major pentatonic ( G, A, B, D,E ). Scale pentatonic ini juga tidak umum karena ia mengganti nada keempat dengan nada kedua. Hal lain juga tidak umum adalah ketukarannya 3/4, sedangkan untuk musik rock biasanya tidak pernah lari dari ketukaran 4/4.
Jimi Hendrix menampilkan scale E major pada chord C#m7 di intro lagu ”Spanish Castle Magic”. Chord ini dimainkan dengan not tunggal (dipetik satu persatu) pada C# minor pentatonic ( C#, E, F#, G#, B). Pada lagu ini Jimi juga memainkan ”Bass Hangstrom” 8 senar. Untuk rhythm, Jimi juga seorang master.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TIPS BIKIN LIRIK LAGU





Ingin membuat lagu karya sendiri n ingin terkenal seperti Eross ”SO7”, Ariel ”Peterpan”, Ahmad Dhani ”Dewa 19” atau Dewiq, mereka semua jago banget bikin lirik lagu hingga menjadi hits, tapi g’ punya lirik,,,,
Jadinya bagaimana,,,,,???????,
Hhhmmmm,,,,Cuma punya intrumennya aja, tlah dicoba beberapa kali membuat liriknya,,,tapi, lagu ma lirik g’ nyambung-nyambung.
W punya tips untuk kamu-kamu semua. Banyak yang bilang membuat lirik itu susah. Namun banyak pula yang bilang, membuat lirik itu gampang dan mudah. Nah, bagi kamu-kamu yang merasa kesulitan membuat lirik lagu, kamu harus memahami sebagian hal penting dalam membuat lirik. Untuk itu aku membantu kamu dalam hal membuat lirik.
1. Cobalah jujur terhadap lirik yang kamu buat. Jika ingin membuat lirik, sebaiknya lihat apa yang ada di hati. Janganlah merasa terjebak dengan lirik-lirik yang sedang populer pada waktu sekarang. Dalam membuat lirik tidak bisa instant namun harus membuka mata hati dan jujur pada hati kita. Buatlah lirik dengan lirik berdasarkan apa yang sedang kamu rasa, lihat, baca, dan pikirkan.
2. Berkomunikasilah dengan pendengar. Sebuah lagu tentunya akan punya nilai lebih jika memiliki kedekatan dengan pendengarnya. Orang akan mendengarkan lagu selama lagu itu memberikan apa yang mereka inginkan. Ketika pendengar merasa bahagia atau sedih, semuanya bisa didapatkan dari lagu dan sebagian besar lirik yang sukses biasanya membawa pendengarnya sampai ke dalam sebuah kesimpulan. Artinya, pendengar menjadi sadar dengan kenyataan yang ada ataupun membayangkan apa yang jadinya kalau liriknya yang ada menjadi kenyataan. Semua itu tergantung dari pesan apa yang ingin kita disampaikan. Semakin aktraktif sebuah lirik , semakin besar pula komunikasinya dengar pendengar.
3. Buatlah lirik yang sesuai dengan musik. Setiap lirik semakin kuat ketika musik menyatu dengan lirik yang ada. Pernah mendengar bagaimana sebuah lirik yang sedih semakin kuat dengan nada yang mellow...? atau sebauh lirik ceria dipadukan dengan tempo yang lebih cepat.....?. Tujuannya simple saja, karena lirik dan musik merupakan bagaian yang tak pernah terpisahkan dan merupakan satu kesatuan.
4. Gunakan bahasa yang populer. Sebuah lirik akan lebih mudah dipahami kalau liriknya mudah dicernah. Contoh, kata ”Hancur” menjadi ”Ancur”, walau itu tidak mengacu pada tata bahasa indonesia yang baik, atau memasuk sebagian lirik dengan bahasa daerah atau bahasa asing, bahasa sehari-harian yang populer,yang bisa dimengerti orang banyak Contoh : ”Cumi” yang artinya ”Cuma miss Call”, namun itulah kekuatan sebuah lirik lagu. Nah selamat belajar membuat lirik, moga2 lagu yang kamu buat jadi hits, hingga kamu bisa menjadi musisi terkenal. Hahahahahaha...!!!!!!!,hahahahaha.......!!!!!!!, Kembangkan dan masukan musik Rock........., Back to Rock,,,,,,,,!!!!!!!!!!!, Ini zamannya para Rocker,,,,,,!!!!!!!!!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aries Materlan - Luka Ini

EMERGENCY